Rahim Dua Ratus Juta
kata pak Sugeng yang tak tega mendengar cerita pak Adyatama lewat pak Soleh.
"Baik, Pak."
Ibu Renata menghela napas, kepalanya agak miring, memandang pak Sugeng yang rambutnya mulai memutih.
"Ternyata, karma itu enggak nunggu sampai satu bulan. Baru hitungan hari saja, sudah Tuhan kasih. Makanya kalian ya, jadi laki-laki itu jangan macam-macam sama perempuan. Perempuan kalau hatinya udah sakit, tempat pengaduannya langsung ke pusat! Langsung ngadu sama Tuhannya. Kalian tau kan, doa orang-orang yang teraniaya langsung dikabulkan?" Ibu Renata memperingatkan pak Sugeng dan pak Soleh. Dua lelaki itu menggaruk kepala yang tak gatal.