Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pengorbanan Hati sang Ibu Angkat

Pengorbanan Hati sang Ibu Angkat

"Kau bukan hanya cantik, Srini. Tetapi, sangat menarik." Srini tersenyum. Bu Latih memiliki 2 anak, yang pertama laki-laki, bernama Tirta usianya 15 tahun. Dan yang kedua perempuan, bernama Hera usinya 8 tahun. "Ibumu punya anak berapa?" tanya bu Latih. "Hanya aku saja," jawab Srini. "Sudah lebih dari 15 tahun aku belum sempat ke Distrik Kates lagi, terakhir aku ke sana, saat bersama Hera itupun berkunjung sebentar, sampai saat ini, jujur aku sangat merindukannya."
1.9K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as kata kata renungan hati
Read
+Library
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Kalimat yang Mengubah Dunia “Akhir adalah pintu yang hanya bisa dibuka dari dalam, oleh mereka yang telah memahami arti setiap kata yang pernah ditulis dan yang belum.” Lorong sunyi di bawah makam Kata Pertama kini bergetar hebat. Kalimat-kalimat yang belum selesai melayang di udara, menciptakan angin seperti bisikan-bisikan dari cerita yang hampir hancur. Lena berdiri di tengah, di depan meja batu tempat pena cahaya berbaring menanti kalimat terakhir.
2.6K viewsCompletedAdded to Library 69 Times as kata kata renungan hati
Read
+Library
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Fadli Mustofa, Mindfulness Educator Lokasi: Jalur setapak hutan pinus sekitar kompleks penginapan Tujuan: Melatih kesadaran penuh melalui langkah pelan dan senyap Menyadari suara-suara di dalam hati saat tidak ada distraksi Menuliskan satu kata yang muncul selama jalan hening Catatan Anya: Kata yang muncul: “Marah” Ia terkejut. Ia merasa dirinya belum pernah benar-benar mengizinkan diri marah setelah kepergian Rio.
102.3K viewsCompletedAdded to Library 77 Times as kata kata renungan hati
Read
+Library
Rahim Dua Ratus Juta

Rahim Dua Ratus Juta

kata pak Sugeng yang tak tega mendengar cerita pak Adyatama lewat pak Soleh. "Baik, Pak." Ibu Renata menghela napas, kepalanya agak miring, memandang pak Sugeng yang rambutnya mulai memutih. "Ternyata, karma itu enggak nunggu sampai satu bulan. Baru hitungan hari saja, sudah Tuhan kasih. Makanya kalian ya, jadi laki-laki itu jangan macam-macam sama perempuan. Perempuan kalau hatinya udah sakit, tempat pengaduannya langsung ke pusat! Langsung ngadu sama Tuhannya. Kalian tau kan, doa orang-orang yang teraniaya langsung dikabulkan?" Ibu Renata memperingatkan pak Sugeng dan pak Soleh. Dua lelaki itu menggaruk kepala yang tak gatal.
1020.3K viewsCompletedAdded to Library 627 Times as kata kata renungan hati
Read
+Library
Sistem Aura (Infinity)

Sistem Aura (Infinity)

Bersama dingin yang mencengkeram kulit dan remang-remang kelamnya atmosfer, tanpa basa-basi lagi …. 'Tsart'. Tajamnya katana terepresentasi dari lancarnya memisahkan kepala Etia dari tubuh moleknya. Melepaskan nyawa dari sarangnya, menggugurkan segala beban hidupnya. Dengan demikian, katana menuntaskan fungsinya dengan baik. Kael segera berlutut sejenak demi mempersembahkan doa secara khidmat. ”Semoga bahagia di alam yang bukan fana ini dan segala khayalan kepercayaan berujung kebahagiaan abadi ….“
1020.4K viewsOngoingAdded to Library 468 Times as kata kata renungan hati
Show Reviews (6)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Radif
{Untuk sekarang, novel ini ada pula di: Karyakarsa (Dalam Karyakarsa cerita akan lebih eksplisit dan vulgar), Novellife, KBM, dan Goodnovel, (Kwikku) bila terdapat di platform lain, segera hubungi Penulis.}
Read All Reviews
Red in Us

Red in Us

Dia harus terus mencoba membersihkan nama Shae dari tuduhan Rena. “Dan sebagai sahabat baru Rendra, saya memang belum tahu banyak. Tapi yang pasti, saya tidak buta untuk melihat ada apa di mata anak Tante itu.” Rena terdiam selama beberapa saat. Dia seperti sedang memikirkan apa yang dikatakan Katha. “Tapi tetap saja kamu tidak mengerti perasaan saya sebagai seorang Ibu. Kamu dari tadi hanya mengulang-ulang sudut pandangmu,” ujar Rena setelah terdiam cukup lama.
1018.4K viewsCompletedAdded to Library 734 Times as kata kata renungan hati
Read
+Library
Dekat di Mata, Jauh di Hati

Dekat di Mata, Jauh di Hati

Apa itu benar? Setelah dipikirkan lagi, Juan pun menghapusnya sekali lagi. Saat hendak menulis pesan baru, Lily sudah datang membawa sepotong kue. “Juan, jangan terlalu dipikirkan. Makan sedikit kuenya, ya?” “Maaf. Aku benar-benar sedang tidak berselera.” Setelah menghabiskan segelas wiski dalam sekali teguk, Juan langsung berdiri dan melemparkan sebuah kartu hitam kepadanya.
36.2K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as kata kata renungan hati
Read
+Library
Saat Hati Menyesal

Saat Hati Menyesal

Aku menatap Richard dengan dingin. Richard terlihat kaget saat melihat diriku. Tira juga menyindir dengan sinis, “Dulu waktu masih sama Richard, kamu nggak menghargainya. Sekarang aku ini nyonya besar Kantor Pengacara Prima, kamu pikir kamu siapa?” “Dengarkan baik-baik, lebih baik kamu berhenti berharap. Aku sudah hamil sekarang, kamu dan Richard sudah nggak mungkin lagi!”
8.2K viewsCompletedAdded to Library 329 Times as kata kata renungan hati
Read
+Library
Miliknya Di Antara Dua Dunia

Miliknya Di Antara Dua Dunia

--- Kata Pertama dari Kalimat Kedua Penulis Sah akhirnya bergerak cepat, lebih cepat dari kilat, lebih halus dari napas. Pena hitamnya menggores satu kata di langit: > “Kepatuhan.” Seketika, ruang membeku. Bintang-bintang yang belum sempat lahir terdiam. Lautan berhenti berombak. Udara pun berhenti bergetar. Segala yang ada tunduk. Rynor tak bisa bergerak, Kael terhenti di tengah bara, bahkan pikirannya mulai memudar—seolah setiap huruf dirinya sedang dihapus pelan-pelan.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as kata kata renungan hati
Read
+Library
Dari Meja Kerja ke Hati

Dari Meja Kerja ke Hati

tanya Calla pelan, berusaha menjaga ketenangan meski hatinya berdegup lebih cepat. “Orang yang dulu membuat saya percaya kalau tenang bukan berarti lemah.” Calla menatapnya. Ada sesuatu di udara. Seperti waktu berhenti sebentar. Entah kenapa, ia merasa kata-kata itu lebih dari sekadar pujian—mungkin sebuah pengakuan. Sebuah kepercayaan. Tapi Elric hanya menghela napas, lalu berkata, “Pulanglah. Hari sudah malam.”
972 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as kata kata renungan hati
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status