TAMING THE BOSS
“Gue pengin kita bentuk keluarga utuh. Lo mau, kan, jadi istri gue? Sorry, belum ada cincin, belum reservasi tempat yang proper, atau hal-hal romantis lainnya yang dukung ini. Tapi nggak tahu, mulut, hati, sama otak gue yang nyambung jadi satu ini tahu-tahu, nggak ada angin, nggak ada hujan, pengin ngeluarin kata-kata itu sekarang. Nggak bisa gue tahan-tahan.”
Dengan jantung menggila dan tubuh memanas, Jameka tertawa kecil. “Tolol,” hardiknya, “nggak perlu yang aneh-aneh atau persiapan ini, itu, Tito. Gue mau jadi kuntilanak merah pendamping hidup lo. Seumur hidup lo.”
“Goblok,” gumam Tito di tengah sela tawa gelinya. “Dan jadi singa betina gue?”
Sikat na Kabanata