Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan
Isyarat pengusiran yang sangat terang-terangan.
"Kurang ajar kamu, Dania! Benar-benar tidak punya sopan santun! Bram! Lihat istrimu yang gila ini!" Renata berteriak histeris, menoleh ke arah koridor berharap putranya datang membela. Namun, Bram masih terpaku di lantai bawah, terlalu terpukul oleh hantaman badai ego yang meruntuhkan mentalnya.
Di tengah ketegangan perdebatan yang kian memanas, sebuah suara getaran pendek memutus ketegangan itu.