Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Salah Kenal di Rumah Hantu

Salah Kenal di Rumah Hantu

Namun anehnya, di dalam rumah hantu yang sempit dan tertutup ini, saat mendengar suara rendah pria itu, tubuhku bukan hanya tidak menolak, malah muncul rasa hampa yang sulit diungkapkan. Seolah-olah ada sesuatu dalam diriku yang ingin dipenuhi. Tiba-tiba, bibir hangat David menyentuh leherku. “Bagaimanapun juga di sini sangat gelap, tidak ada yang bisa melihat …” “Bagaimana kalau kita lanjutkan saja yang kemarin?” Aku terkejut, kesadaranku sedikit kembali, namun sudah terlambat. Sebelum sempat bereaksi, tangannya kembali bergerak ke bawah dan menarik sesuatu.
2.2K viewsCompletedAdded to Library 73 Times as hantu nenek bungkuk
Read
+Library
Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali

Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali

Romeo melihat Violet dengan dingin, "Violet, apa yang sudah kamu lakukan pada nenekku?" "Tuan Romeo, dari tadi aku ada di sini. Aku nggak melakukan apa-apa." Violet kembali ke sisi Charles, lalu dia berkata dengan ekspresi heran, "Kenapa Nenek seperti melihat hantu ketika melihatku? Kenapa Nenek takut sekali?" Saat kata "hantu" disebut, Nyonya Besar Fernandez makin tidak berani melihat Violet. Dia berkata, "Sebelumnya berita bilang .... Aku kira ...."
9.7787.8K viewsCompletedAdded to Library 29.9K Times as hantu nenek bungkuk
Show Reviews (158)
Read
+Library
Lilis
Mirip dgn grace dan william. Tp utk karakter dingin, sinis dan balas dendamnya lebih suka grace, lebih menggigit, dan tepat sasaran. kalo violet kayak lebih banyak memaklumi. Tapi gak tau juga sih violet selanjutnya gmn, krn baru baca sampe bab 106. Moga2 violet lebih garang lagi ke romeo kedepannya
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
Kusingkap Topeng Busuk Suamiku

Kusingkap Topeng Busuk Suamiku

Bapak tersenyum mendengar ucapan Mbok Asih, "Sepertinya dia sudah tahu, Nduk, kalau tidak ada harta Bapak yang bisa dia kuasai." Aku pergi ke depan demi melihat tamu yang tak diundang itu. Benar saja, begitu Nenek Lampir itu melihatku, dia langsung berteriak seperti orang kesetanan. " Mana tua bangka sialan itu? Kamu sembunyikan di mana dia? Beraninya dia menipuku!"
105.1K viewsCompletedAdded to Library 117 Times as hantu nenek bungkuk
Read
+Library
SERULING SAKTI SANG NAGA

SERULING SAKTI SANG NAGA

tanya Xun Huan "Di desa ini tak ada penginapan, hanya ada sebuah kuil tua tidak terpakai di luar desa arah ke hutan!" terang si nenek. "Baiklah, kalau begitu. Terima kasih!" Xun Huan tersenyum sebagai ucapan terima kasihnya. "Tunggu dulu!" Nenek itu masuk ke dalam untuk mengambil sepiring bakpao. "Kalian pasti sangat lapar, bawalah ini untuk bekal!"
9.529.2K viewsCompletedAdded to Library 759 Times as hantu nenek bungkuk
Read
+Library
Teror Hantu Janda Muda

Teror Hantu Janda Muda

kata Sendy. "Woi, jangan dibahas! Nanti kalau dia nongol baru tahu rasa kau," kata Rio. "Tidak, dengarkan ceritaku dulu! Dulu juga pernah ada kejadian seperti ini di kampung nenekku. Tiap malam ada aja orang yang mengaku melihat hantu. Kejadiannya terjadi secara terus-menerus dan berakhir ketika mayat hantu itu ditemukan," ucap Sendy.
106.3K viewsOngoingAdded to Library 151 Times as hantu nenek bungkuk
Read
+Library
Pengantin Bangsawan Yang Kubenci

Pengantin Bangsawan Yang Kubenci

“Pastikan ia benar-benar lenyap. Bahaya terbesar datang bukan dari musuh yang jelas, melainkan dari hantu yang kembali tanpa diduga.” Lady Verenne menatap lurus, suaranya datar namun menancap: “Tidak ada yang akan kembali. Tidak gadis itu, tidak siapa pun. Rencana ini tidak mengenal gangguan.” Kata-kata itu menggantung dingin di udara. Sejenak kemudian, mereka kembali menyesap teh masing-masing, seolah pembicaraan barusan hanya percakapan ringan tentang musim panen—padahal di balik porselen dan aroma teh, sebuah penghapusan telah diputuskan.
8.92.9K viewsCompletedAdded to Library 99 Times as hantu nenek bungkuk
Read
+Library
BONEKA KEMATIAN

BONEKA KEMATIAN

Foto itu menampilkan sesosok anak kecil perempuan duduk di pangkuan seorang wanita tua, tapi yang mencolok adalah boneka di tangan si anak—boneka dengan rambut kusut, mata kosong, dan gaun renda seperti milik Bella. "Itu ... siapa?" "Itu foto dari arsip milik Dr. Emilia Nowak. Diambil di Serbia tahun 1973. Wanita tua itu adalah dukun lokal yang dikenal bisa memanggil 'roh penuntut'—dan boneka itu disebut Putri Duka. Nama lokalnya berarti 'penjaga luka yang tak tertutup'." Daru memandangi foto itu lebih lama dari seharusnya. "Jadi Bella punya banyak versi?"
936 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as hantu nenek bungkuk
Read
+Library
Nenek 70 Tahun yang Dihujat Dunia Maya

Nenek 70 Tahun yang Dihujat Dunia Maya

Di sana seharusnya ada tumpukan bacang yang harum. Namun, sekarang semuanya hancur, seperti harapan-harapannya. Apa memukul dan merusak itu membela kebenaran? Aku menyeka wajahku, cepat-cepat mendekati Nenek. Sambil membantunya berdirinya, aku berkata, "Nek, jangan dipungut lagi. Ayo kita pulang." Ketan yang sudah dimasak diinjak hingga hancur, tercampur dengan kurma dan kacang merah menjadi bubur.
6.2K viewsCompletedAdded to Library 168 Times as hantu nenek bungkuk
Read
+Library
PENDEKAR BUTA DARI LEMBAH HANTU

PENDEKAR BUTA DARI LEMBAH HANTU

Ia telah mempersiapkan dirinya untuk menghadapi apa pun yang menunggu di depan. Setelah berjalan selama beberapa jam, mereka tiba di sebuah bukit kecil yang menghadap langsung ke Lembah Hantu. Dari kejauhan, lembah itu tampak seperti jurang tak berdasar yang diselimuti kabut hitam. Di tengah-tengah lembah, tampak reruntuhan kuno yang tersembunyi di balik kabut. Reruntuhan itu adalah kuil tua, tempat yang dikatakan sebagai pusat dari segala kegelapan. “Kita harus turun ke sana,” kata Lila, menatap lembah dengan rasa takut yang ia coba sembunyikan. “Kuil itu tampaknya adalah sumber dari semua ini.”
1.9K viewsCompletedAdded to Library 43 Times as hantu nenek bungkuk
Read
+Library
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

ucap sang pembawa nampan yang kemudian bergegas kembali masuk ruang dalam. “Trimakasih,” Sabda pun menjawab ramah. Aroma kopi itu luar biasa menggoda untuk diraih dan meminumnya, tapi juga menarik-narik Sabda pada nenek dan kakeknya. Ya, aroma kopi Luwak. Kopi yang biasa kakek suguhkan bila Sabda bertandang ke rumah kakek di Banyuwangi.
895 viewsOn holdAdded to Library 35 Times as hantu nenek bungkuk
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status