Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pewaris Kultivasi Iblis, Raja Kelelawar Hitam

Pewaris Kultivasi Iblis, Raja Kelelawar Hitam

Rambut hitam panjangnya tergerai acak-acakan, dan dari tubuhnya menguar aroma tanah kuburan. Yang paling mengerikan adalah langkahnya. Setiap kali kakinya menyentuh tanah, rumput di sekitarnya layu dan mati seketika. Bahkan batu-batu di jalan terlihat retak karena aura kematian yang dipancarkannya. "Itu... itu..." seorang nenek tua menunjuk dengan jari yang tidak stabil. "Panglima Zombie," bisik cucunya sambil memegang erat tangan sang nenek. "Hun Tunshi, Pengisap Jiwa."
1027.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 678 kali sebagai hantu nenek bungkuk
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
Kedai ARYA
masih ingin membacanya tor, tapi mo gimana lagi updatenya aja kek males2an kadang sehari cmn 2 bab coba kl update itu minimal 5 bab per hari jd semangat bacanya, kl updatenya sedikit2 ya kita mo bacanya juga nunggu rapelan beberapa hari biar enak bacanya jd dpt alur cerita nya
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
CALON TUMBAL

CALON TUMBAL

Itu kepala nenek bungkuk tadi, dengan senyum menyeramkan yang masih mengembang di wajahnya. "AAAAAAA!!!" Selena menjerit, tubuhnya gemetar hebat. Ia berbalik untuk melarikan diri, tapi langkahnya justru menabrak sesuatu—tubuh nenek bungkuk yang kini tanpa kepala.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai hantu nenek bungkuk
Baca
+Pustaka
Salah Kenal di Rumah Hantu

Salah Kenal di Rumah Hantu

Namun anehnya, di dalam rumah hantu yang sempit dan tertutup ini, saat mendengar suara rendah pria itu, tubuhku bukan hanya tidak menolak, malah muncul rasa hampa yang sulit diungkapkan. Seolah-olah ada sesuatu dalam diriku yang ingin dipenuhi. Tiba-tiba, bibir hangat David menyentuh leherku. “Bagaimanapun juga di sini sangat gelap, tidak ada yang bisa melihat …” “Bagaimana kalau kita lanjutkan saja yang kemarin?” Aku terkejut, kesadaranku sedikit kembali, namun sudah terlambat. Sebelum sempat bereaksi, tangannya kembali bergerak ke bawah dan menarik sesuatu.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai hantu nenek bungkuk
Baca
+Pustaka
Kusingkap Topeng Busuk Suamiku

Kusingkap Topeng Busuk Suamiku

Bapak tersenyum mendengar ucapan Mbok Asih, "Sepertinya dia sudah tahu, Nduk, kalau tidak ada harta Bapak yang bisa dia kuasai." Aku pergi ke depan demi melihat tamu yang tak diundang itu. Benar saja, begitu Nenek Lampir itu melihatku, dia langsung berteriak seperti orang kesetanan. " Mana tua bangka sialan itu? Kamu sembunyikan di mana dia? Beraninya dia menipuku!"
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai hantu nenek bungkuk
Baca
+Pustaka
SERULING SAKTI SANG NAGA

SERULING SAKTI SANG NAGA

tanya Xun Huan "Di desa ini tak ada penginapan, hanya ada sebuah kuil tua tidak terpakai di luar desa arah ke hutan!" terang si nenek. "Baiklah, kalau begitu. Terima kasih!" Xun Huan tersenyum sebagai ucapan terima kasihnya. "Tunggu dulu!" Nenek itu masuk ke dalam untuk mengambil sepiring bakpao. "Kalian pasti sangat lapar, bawalah ini untuk bekal!"
9.529.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 766 kali sebagai hantu nenek bungkuk
Baca
+Pustaka
Teror Hantu Janda Muda

Teror Hantu Janda Muda

kata Sendy. "Woi, jangan dibahas! Nanti kalau dia nongol baru tahu rasa kau," kata Rio. "Tidak, dengarkan ceritaku dulu! Dulu juga pernah ada kejadian seperti ini di kampung nenekku. Tiap malam ada aja orang yang mengaku melihat hantu. Kejadiannya terjadi secara terus-menerus dan berakhir ketika mayat hantu itu ditemukan," ucap Sendy.
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai hantu nenek bungkuk
Baca
+Pustaka
Pengantin Bangsawan Yang Kubenci

Pengantin Bangsawan Yang Kubenci

Ada yang menggeleng, ada yang berbisik satu sama lain, seolah papan itu baru saja kedatangan iklan paling absurd abad ini. Namun seorang pria tua berjubah lusuh tiba-tiba berhenti. Ia memandangi gambar itu lama, matanya keriput tapi tajam, seolah benar-benar membaca sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain. “Ya…” suaranya serak, “aku kenal gambar ini.” Finn hampir menjatuhkan dagunya. “Apa? Kau sungguh mengenali wajah mereka?”
8.93.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai hantu nenek bungkuk
Baca
+Pustaka
BONEKA KEMATIAN

BONEKA KEMATIAN

Foto itu menampilkan sesosok anak kecil perempuan duduk di pangkuan seorang wanita tua, tapi yang mencolok adalah boneka di tangan si anak—boneka dengan rambut kusut, mata kosong, dan gaun renda seperti milik Bella. "Itu ... siapa?" "Itu foto dari arsip milik Dr. Emilia Nowak. Diambil di Serbia tahun 1973. Wanita tua itu adalah dukun lokal yang dikenal bisa memanggil 'roh penuntut'—dan boneka itu disebut Putri Duka. Nama lokalnya berarti 'penjaga luka yang tak tertutup'." Daru memandangi foto itu lebih lama dari seharusnya. "Jadi Bella punya banyak versi?"
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai hantu nenek bungkuk
Baca
+Pustaka
PENDEKAR BUTA DARI LEMBAH HANTU

PENDEKAR BUTA DARI LEMBAH HANTU

Ia telah mempersiapkan dirinya untuk menghadapi apa pun yang menunggu di depan. Setelah berjalan selama beberapa jam, mereka tiba di sebuah bukit kecil yang menghadap langsung ke Lembah Hantu. Dari kejauhan, lembah itu tampak seperti jurang tak berdasar yang diselimuti kabut hitam. Di tengah-tengah lembah, tampak reruntuhan kuno yang tersembunyi di balik kabut. Reruntuhan itu adalah kuil tua, tempat yang dikatakan sebagai pusat dari segala kegelapan. “Kita harus turun ke sana,” kata Lila, menatap lembah dengan rasa takut yang ia coba sembunyikan. “Kuil itu tampaknya adalah sumber dari semua ini.”
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai hantu nenek bungkuk
Baca
+Pustaka
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

ucap sang pembawa nampan yang kemudian bergegas kembali masuk ruang dalam. “Trimakasih,” Sabda pun menjawab ramah. Aroma kopi itu luar biasa menggoda untuk diraih dan meminumnya, tapi juga menarik-narik Sabda pada nenek dan kakeknya. Ya, aroma kopi Luwak. Kopi yang biasa kakek suguhkan bila Sabda bertandang ke rumah kakek di Banyuwangi.
994 DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai hantu nenek bungkuk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status