ISTRIKU SERING MENANGIS
tanya Reina.
"Tak perlu, Reina. Ini bukan obrolan terlalu serius kok," sahut Papa Sandi.
Aku dan Reina beradu pandangan. Terheran pada sikap kedua orang tua kami.
"Pah, kalau nggak serius amat, jangan tegang!" candaku pada Papa Sandi.
Kemudian, mereka tertawa renyah, begitu pula dengan mama. Kami pun menyusul mereka tertawa. Sepertinya, ketegangan ini terjadi karena efek teror yang kuceritakan.