Masakan Mertua
Mas Lukas keluar kamar, dia menghampiri anaknya yang masih menangis.
Dengan tersedu anak kecil itu menceritakan apa yang baru saja dialami, dan bukannya menenangkan anaknya dia justru menatapku. "Diana, seharusnya kamu mengajarkannya arti berbagi. Jangan seperti ini. Sudah, nanti kita beli lagi, Huda."
Aku? Tidak mengajarkan arti berbagi? Lalu apa yang baru saja kuucapkan baru saja? Mas Lukas memang begitu, dia tak mau keributan terjadi dan lebih memilih menyalahkanku.