Ibu Mertuaku Penuh Drama
Shinta tergelak.
“Ya… nggak lah, Mbak. Aku nggak sekeji itu. Meski aku hanya bersaudara berdua saja sama Abang Rafi tapi dari kecil sudah dibiasakan selalu berbagi. Aku biasa membagi roti, makanan atau minuman yang memang sengaja aku beli lebih, memang kadang aku sengaja tidak mau memberikan Ibu uang, karena ya itu tadi aku melihat Ibu akan menghabiskannya untuk keperluan Farah dan Mas Purwanto sementara mereka begitu tega sama orang tua. Aku mau Ibu itu sadar dan membuka mata kalau menantu yang dia sayang tidak sebaik yang dipikirkan.”