Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menjaga Adik Sahabatku

Menjaga Adik Sahabatku

"Enggak, enggak ..., hahaha ...." Kata-kata itu terus diulang olehnya, hingga dia seperti ketakutan, menjambak rambutnya sendiri sambil berjalan terbata-bata ke tengah jalan. "Mereka ..., jahat, aku enggak salah, a-aku ..., mereka, enggak ...!" Si al!
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai kata-kata terus melangkah
Baca
+Pustaka
Terjebak Dalam Pesona

Terjebak Dalam Pesona

jawab Karina dengan senyum penuh keyakinan. Setiap kata yang diucapkan Karina terasa lebih seperti petunjuk untuk menjalani kehidupan ini. Tidak ada tempat untuk keraguan, tidak ada ruang untuk berhenti. Lia tahu, setiap langkah yang ia ambil membawa dirinya lebih jauh dari jalan yang seharusnya ia tempuh. Namun, ia terus melangkah.
10803 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai kata-kata terus melangkah
Baca
+Pustaka
Keperkasaan Tukang Kebon

Keperkasaan Tukang Kebon

Di dadanya, nyeri itu kembali menyengat. Ora saiki. Ora saiki. (Jangan sekarang. Jangan sekarang) Dia memaksa kakinya terus melangkah.
8.8543.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18.5K kali sebagai kata-kata terus melangkah
Tampilkan Ulasan (56)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini adalah kisah Petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

kataku ketika aku memutuskan untuk melangkah. Tap Tap Tap Aku melangkahkan kaki secara perlahan, melewati mayat-mayat itu tanpa sedikitpun menyentuhnya. Aku berjalan melalui celah sempit di antara mayat-mayat yang berdiri itu secara perlahan.
9.631.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 650 kali sebagai kata-kata terus melangkah
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Baca Semua Ulasan
Mengikuti Kata Hati

Mengikuti Kata Hati

Pemimpinnya, Catherine, mendesis dengan penuh kebencian, “Vivian, dasar wanita jalang! Apa yang istimewa darimu sehingga Xavier bisa begitu mencintaimu?” Reina yang mengikuti di belakangnya, menimpali, “Benar! Kau memang jalang!” Aku menatap mereka dengan marah. “Lepaskan aku, atau terima akibatnya!” Catherine tertawa terbahak-bahak. “Masih begitu sombong di ambang kematian? Benar-benar putri manja Keluarga Wellington. Tapi ini kesempatan terakhirmu untuk sombong.”
46.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai kata-kata terus melangkah
Baca
+Pustaka
Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Di balik kilauannya, Cindi tahu cinta itu sudah busuk dan mati. Meski menyakitkan dan berat, Dia bukan tipe orang yang larut dalam masa lalu. Dia selalu bisa berjalan ke depan dan tidak akan menoleh ke belakang. Beban berat yang selama ini menindihnya, perlahan mulai terangkat dan dibawa pergi oleh angin laut dan ombak. “Terima kasih,” katanya. Hanya dua kata, tapi terasa seberat gunung.
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai kata-kata terus melangkah
Baca
+Pustaka
Pelangkah Tanpa Syarat

Pelangkah Tanpa Syarat

tanyaku sambil memperhatikan langkahku agar tidak terjatuh juga. “Sa—eum ... A—Samrchandra—“ “Siapa?” “A—eum ....A—samar—chandra ... itu—“ “Ah, kamu nggak usah ngomong kalau nggak bisa, nggak jelas juga kamu ngomong apa!” Ismawati mengangguk lagi, ia tidak bicara setelah itu. “Ayo! Kita pulang ke rumahmu sekarang!”
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai kata-kata terus melangkah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status