Hajatan Tetangga
kataku di sela isak tangis.
"Iya, Mah, sabar,"
"Sabar, sabar, sampai kapan?"
"Kalau mereka pamer, lalu Mamah balas dengan pamer, apa bedanya Mamah dengan mereka?" kata suami lagi.
"Pokoknya aku lelah, Pak, capek dihina terus." kataku seraya masuk kamar.
"Mah, jangan gitu dong, Mah," bujuk suami seraya memijit kakiku.