Wanita Kedua
“Ehm, tentu saja untuk kita berdua, ehm begini pak, soal proposal AH yang bapak tolak kami bisa memperbaikinya, bapak bisa katakan dibagian mana kami harus memperbaiki.”
“Sebentar, saya di sini bukan guru atau dosen, apa tidak terlalu terlambat untuk anda untuk mempelajari itu semua, tapi sebelum itu saya rasa anda harus membaca dengan baik syarat-syarat pengajuan kerjasama di perusahaan kami, saya rasa disana sudah tertulis dengan jelas.”
Lagi-lagi wanita itu terlihat salah tingkah, tapi Angga harus mengacungi jempol untuk kepercayaan diri wanita itu, dia bahkan tak terpengaruh oleh kalimat tajam Angga.
Hot Chapters