Saudara celamitan dari Neraka!
Lebih baik aku diam dan melanjutkan kegiatan potong memotong sayur dengan Mbak Eka dan ibu-ibu yang lain.
"Memang susah kalau ngomong sama orang yang mukanya udah tebal, mau dibilangin seribu kali juga gak akan mempan, ya," sindir Sri kembali seakan tak tahu diri.
Astagfirullah, ya ... Allah, kalau saja aku tak sadar sedang berada di mana, mungkin sudah kusobek-sobek mulut itu.
"Heh ... Sri! Yang kerja itu tangan, bukan mulut! Heran deh, jadi orang hobby banget jadi biang rusuh," sahut Mbak Eka yang membuat wajah Sri kesal.
Bab Populer