Dinikahi Mas Pandu
Tiga anak kembar itu menatap keluar jendela, koper-koper juga sudah diletakkan di cabin, Pandu berjalan keluar gerbong untuk membayar jasa porter, tak lama, kereta berangkat.
"Nggak kebayang kalau ketinggalan kereta," gumam Zita.
"Iya, sayang banget Bibi nggak bisa ikut. Pas ada acara keluarganya juga," lirik Pandu ke Zita yang sedant merapikan tatanan rambutnya yang sedikit berantakan karena lari-lari mengejar kereta. Ageng merapikan rambut ketiga keponakannya dengan jemarinya. Lalu berfoto bersama, sekedar laporan kepada calon istrinya.