Terjebak Gairah Siluman
"Mbak tinggal tunggu di peron sebelah sana. Nanti naik kereta tujuan Tanah Abang atau Duri. Turunnya pas di Stasiun Tanah Abang. Nanti dari sana tinggal jalan sedikit, sudah sampai pasarnya."
"Oh, jadi tunggu di seberang, ya?"
Wulan memastikan, menatap ke peron yang ditunjuk. "Kereta tujuan Duri atau Tanah Abang, turun di Tanah Abang."
"Betul sekali, Mbak. Tinggal tunggu saja kereta berikutnya."
Petugas itu tersenyum puas. Wulan membalas senyumnya, sebuah senyum terima kasih yang tulus namun penuh perhitungan.