Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Giok Langit

Giok Langit

Rahang mereka tegas dengan tarikan dagu yang membayangkan keangkuhan. Hanya bedanya, jika seorang yang membawa suling itu menutupi mata kirinya dengan kain, adalah orang yang membawa tongkat bambu kuning gelap itu hanya berdiri di satu kaki yaitu kaki kanan. Merekalah yang disebut Si Maut Kembar. “Apa mau kalian dengan membuat rusuh di sini?” tanya Yang Feng penuh intimidasi. “Aku tak akan pernah percaya kalau warga desa ini bisa mengusik kediaman kalian.”
102.8K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as kolong
Read
+Library
SUNAN ZUNUNGGA

SUNAN ZUNUNGGA

Air terjun Pangkung! *********************************************************************
104.7K viewsOngoingAdded to Library 165 Times as kolong
Read
+Library
Kelana

Kelana

Kelana yang kutemukan di tengah perjalananku Adalah kelana terindah yang pernah kutahu Bagaikan petualangan, ia begitu memabukkan Serupa rumah, ia sungguh menenangkan Jika tak sekarang, Suatu hari hanya pada Kelana aku akan pulang" Lana tersenyum membacanya. Dirasakannya wajahnya menghangat dan dadanya berdesir. Sejurus ia melihat ke arah meja bar. Dilihatnya ternyata Arga pun tengah memerhatikannya membaca kertas itu. Lana menepuk dada kirinya dengan tangan kanan, mengucap terima kasih melalui gerakan dan tersenyum pada Arga. Arga membalasnya dengan sebuah kecupan dari jauh dan kembali bekerja.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as kolong
Read
+Library
SILARIANG

SILARIANG

’ Batin Tenri sambil menyeka sudut matanya. Pekerjaan Tenri menginput data dan pembukuan telah selesai sebelum senja. Dia merasa senang karena bisa pulang lebih awal dan memasak untuk suaminya. Dipilihnya menu ikan bandeng pallu mara khas Sulawesi Selatan dan tumis kangkung pedas kesukaan mereka berdua. Biasanya Tyo pulang setelah magrib dan semua makanan sudah tersaji di meja.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as kolong
Read
+Library
Mengejar Brondong

Mengejar Brondong

Sedangkan Fiona yang melihat Gabriel beranjak pergi dari mejanya dan menghilang diantara orang-orang yang berlalu lalang di kantin demi membeli makan ataupun minum itu mendesah kasar. "Marahan si marahan, tapi gengsi banget cuman buat negur sapa" Fiona berdecak dan menatap Ajeng, satu temannya yang meliriknya menggoda. "Berisik ah!" Fiona memakan bekal yang dibawanya itu. Tadinya dia memiliki bekal untuk Gabriel namun karena kejadian pagi tadi ia jadi malas harus memberikan bekal tersebut untuk pria itu.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as kolong
Read
+Library
Menantu Kuli

Menantu Kuli

Bab XLV: Harta Karun Willy menaiki ojek motor dengan cepat, menuju rumah warga tempat mobilnya dititipkan. Sambil menikmati hembusan angin sore yang menyapu wajahnya, ia merasa puas dengan kejadian sore tadi. Willy tak sabar ingin segera menceritakan perkelahiannya dengan anak buah Tomey kepada Delia. Ia ingin istrinya tahu bahwa pria yang selama ini mendekatinya, ternyata tak lebih dari sekedar pengecut yang hanya berani bertindak ketika memiliki banyak anak buah di sisinya.
103.5K viewsCompletedAdded to Library 102 Times as kolong
Read
+Library
Kinan

Kinan

Nora Althea Skykaninakani
Cepat pilih yang kau mau Kinan merengek pelan. "Pria selanjutnya pasti lebih parah "Aku tidak punya banyak waktu, cepat pilih Kinan lagi-lagi mendengus kesal, ia menarik asal foto tersebut tanpa memikirkannya terlebih dahul "Emm, oke." Noah memperlihatkan foto pria yang harus Kinan temui besok. "Darren, 29 tahun, Koki di sebuah restoran ternama
108.2K viewsOngoingAdded to Library 212 Times as kolong
Read
+Library
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

Tawa dan cerita mengalir dengan mudah, membuatku lupa sejenak tentang kekhawatiranku. Setelah selesai makan, Adrian mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku celananya. “Nah, ini adalah kejutan terakhirku untuk malam ini.” “Untukku?” tanyaku, terkejut. Dia mengangguk, membuka kotak itu. Di dalamnya ada sebuah kalung sederhana namun elegan, dengan liontin berbentuk hati. “Aku ingin kamu selalu mengingat malam ini. Dan bahwa kamu dicintai.”
1.8K viewsCompletedAdded to Library 71 Times as kolong
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

usul Ita, perempuan berkulit cokelat dengan rambut pendek ala Demi Moore. “Ih, jangan. Gue semalam udah ke sana.” Aku protes. Selain jauh, aku pun enggan ke sana lagi. “Di Hollland aja. Deket sama sekolah.” Semua menyetujui usul Elly. Maka, kami bertujuh, aku, Meri, Pia, Ita, Elly, Riana, dan Novi meninggalkan tempat itu menuju mobil masing-masing. Holland tak terlalu jauh dari sekolah Mega, paling lama tiga menit.
108.3K viewsCompletedAdded to Library 289 Times as kolong
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status