Tuan Muda Jenius
“Aku tahu kau orang yang jenius, Edwin. Kau punya otak yang encer, Edwin, tapi sayang, mental mu rusak. Kau bukan cuma tidak punya keberanian, tapi sudah tidak punya rasa malu.”
Perkataan Avraam barusan sungguh merobek hati Edwin. Mendengar ucapan yang sungguh menohok tersebut, Edwin sedikit menundukkan pandangannya. Dia pun akhirnya sungguh menyadari bahwa bisa jadi dia telah salah dalam mengambil keputusan. Menjadikan Hanz sebagai tempat meminta bantuan dirasa telah keliru. Pasalnya, dia akhirnya tahu bahwa Hanz bukanlah pria biasa-biasa saja, melainkan seorang pria yang sungguh luar biasa. Ada banyak orang kaya di dunia ini tapi tidak semua mereka punya jet pribadi dan pengawal yang gagah
Bab Populer