Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku
Kepala Nara menggeleng, masih dalam dekapan Fatima.
"Jeje kan punya keluarga utuh dan bahagia, Bun." sanggah Nara parau. "Bunda ... ayah, kakak pengurus panti dan semua penghuninya itu keluarga Jeje. Keluarga yang selama ini membersamai Jeje."
Fatima tidak membalas, ia sesegukan menangis tanpa berhenti mengusap kepala Nara.
"Jangan ... jangan lupain bunda sama ayah, ya, Je! Selalu pulang ke rumah bunda kalau bunda kangen sama Jeje, ya!" ucapan Fatima berbaur dengan isak, membuat suasana terasa begitu haru.