Duka Cita
“Nggak mau tinggal di Singapur? Kayaknya lebih asyik di sini, lebih teratur.”
Keinginan itu, sebenarnya juga ada di relung hati Cita yang paling dalam. Namun, Cita masih memiliki satu urusan yang harus ia selesaikan, jika Tuhan masih memberinya kesempatan kedua untuk bisa berjalan lagi. Ia harus kembali ke Jakarta, dan akan menyelesaikan sesuatu yang memang harus berakhir.
“Kita lihat nanti, Mas,” ujar Cita sembari menoleh dan tersenyum lembut pada Arya. “Kita … lihat nanti.”
Bab Populer