Terjerat Cinta Dosen Baruku
Awalnya dikira itu hanya karena ruangan yang sedikit hangat, tapi makin lama, kulitnya semakin terasa panas.
‘Aneh banget,’ keluhnya dalam hati.
Leena berhenti mengunyah. Makanan di mulutnya ditelan pelan, garpu diletakkan perlahan. Tangannya terangkat mengibas wajah.
‘Kenapa tiba-tiba gerah,’ keluhnya lagi.
Rasa panas itu tak berhenti. Semakin lama semakin merambat, dari pipi ke leher, lalu ke bagian tubuh lain. Leena menurunkan pandangan ke lengan sendiri. Kulitnya terlihat kemerahan.