Perawan 200 Juta
Entah mengapa tiba-tiba kepala terasa pusing dan perutku terasa mual.
"Kamu kenapa?" tanya Santi saat aku menutup mulutku, perutku mual sekali. Aku berlari menjauh menuju selokan karena serasa ingin muntah. Hanya angin yang keluar, badanku terasa lemas, aku memejamkan mata dan bersandar di pohon.
Santi memijat tengkukku pelan, kepalaku juga terasa pening. Sepertinya aku masuk angin, mungkin karena belum sarapan. Tapi sudah biasa aku tidak sarapan, mungkin sedang capek saja.
Bab Populer