Secangkir Teh Untuk Suamiku
Dia menggeliat sedikit, mencoba mengabaikannya.
Namun, tak hanya berhenti di situ. Tubuhnya kembali terasa aneh. Kali ini, kepalanya pusing. Bukan seperti kepala ringan setelah lelah, tapi lebih seperti dunia mulai miring ke satu sisi. Dia meraih tepi meja, mencoba bertahan.
Chalia menoleh cepat. “Mas?”
Janu tidak menjawab. Matanya memejam erat.
Mual menyerang tiba-tiba. Dia menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan, tapi napasnya mulai terengah. Keringat dingin mulai muncul di pelipisnya, padahal ruangan ber-AC.
ตอนยอดนิยม