Terjebak Mantra!
Nia menjawab, “Tidak, walaupun aku suka makan, tapi pada keadaan seperti ini tidak mungkin aku makan!”
“Barangkali ada yang memakan permen karet?” Nai ikut bertanya setelah melepaskan pelukannya pada tubuh Safa.
“Tidak ada!” Karfan angkat bicara.
Beberapa saat kemudian bau itu menjadi semakin menyengat, tajam sekali. Bau itu berubah menjadi bau busuk, bukan lagi bau mangga yang sedap dan memanjakan hidung.
“Bangsat! Siapa yang kentut ini?” tanya Kanisan dengan kasar. Bukan apa-apa-, bau itu memang sangat menyengat sekali busuknya, menyerupai bau bangkai.