PESONA PRIA RIVAL SUAMIKU
"Ken, yang bikin kenyang itu bukan tempatnya, tapi nasi yang masuk ke perut. Selama halal, selama ada orang yang jual dengan susah payah, itu justru lebih nikmat."
Kenna tersentuh hatinya.Ia membuka bungkus kertas itu perlahan, aroma sambal menyengat bercampur hangatnya nasi. Tangan bergetar, ia menyuapkan sedikit. Perutnya yang sejak tadi kosong akhirnya menyerah.
"Enak, kan?" Rangga menatap sambil ikut membuka bungkus miliknya.
Kenna hanya mengangguk, matanya berair bukan karena pedas, melainkan rasa campur aduk. "Kenapa kamu harus baik sekali, Rangga? Aku takut."
Capítulos em Alta