Kak, Aku Kedinginan
Suaranya serak dan tenang, begitu tenang hingga membuat bulu kuduk meremang.
"Suhu -50 derajat, ponsel rusak karena membeku, sakelar darurat memang aku yang mencabut. Tapi, bukan kita yang mengatur suhunya."
Dia mengucapkan setiap kata dengan jelas.
"Tiga hari lalu, setelah kita meninggalkan vila, siapa sebenarnya yang menyentuh panel itu?"
Kak Bobby berdiri, tanpa menyeka darah di tangannya.