Tergoda! Mantanku Om-Om
“Ah, iya. Sebenarnya, dari dua hari sebelumnya udah ngerasa meriang-meriang. Tapi, aku anggep biasa aja. Nggak taunya makin pusing pagi itu. Tau waktu kamu berangkat, mau manggil, berat aja kepala. Nah, waktu habis ke toilet, makin jadi nggak enaknya, kayak mual, pusing jadi satu. Sempet mikir ini vertigo, bukan ya? Mau nelpon Dani, udah keduluan jatuh. Kebentur kayaknya, Ran—”
“Mana?” Raniya mencondongkan tubuhnya ke depan, memperhatikan sisi samping kepala Abimana. “Aku nggak liat ini deh kemarin, sakit?” Ia tekan sedikit.
Abimana menggelengkan kepalanya. “Kalau biasa aja enggak, tapi diteken sakit. Kenceng kayaknya, cenut-cenut itu semalem,” akunya.
Bab Populer