Jerat Sang Model
Dengan gemetar dia kembali menyuap makanan sesendok demi sesendok, lalu menelan makanan itu yang entah mengapa terasa sulit ditelan, seolah dia baru saja menelan bongkahan batu sampai dia harus mendorong makanan itu dengan air.
Air mata menggenang di pelupuk mata Ressi. Dia berpikir, setiap kali berada di satu tempat yang sama, kenapa harus seperti ini? Cala seolah melambungkan dirinya tinggi ke langit. Di lain waktu, Cala jua lah yang menghempaskan dirinya sampai ke dasar kerak bumi tanpa belas kasihan.
Tidak sanggup lagi menelan makanannya, Ressi mendorong piringnya menjauh. Lalu, ia meminum air banyak-banyak demi meredakan kelat yang terasa di tenggorokan.