TIDAK ADA NAMAKU
"Saya hanya sebentar. Ini juga sudah mau pamit. Kalau begitu saya permisi. Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam," jawabku dan simbok bersamaan.
Terdengar deheman dari simbok. "Orangnya sudah tidak kelihatan, Sit." Sindiran simbok membuatku salah tingkah. "Kadang perasaan itu bisa tumbuh tiba-tiba," sambung beliau.
"Maksudnya, Mbok?"
"Maksudnya, ayo terusin lagi beres-beresnya." Simbok tertawa.