Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PERMAINAN SUAMI DAN IBU TIRI

PERMAINAN SUAMI DAN IBU TIRI

Melihat pemandangan didepanku, aku tidak hilang akal, saat mulut Mila komat kamit, aku langsung mengambil merica bubuk dan meniupnya ke arah Mila. "A-a-asyiiimm! A-a-asyiiimm! A-a-asyiiimm!" Mila bersin, air ludahnya mengenai muka Mas Bayu, lumayan mengguyur. "Aaahk! Apaan kamu Mila?!" Mas Bayu berusaha melap wajahnya dengan telapak tangan. "Maaf Mas, A-a-syiimm!" Mila belum berhenti bersin. Karena bersin berkepanjangan, Mila berlari ke toilet membersihkan hidungnya, sementara itu Mas Bayu terdiam menatapku, entah apa yang difikirkannya.
28.0K viewsCompletedAdded to Library 840 Times as adab bersin
Read
+Library
Sadena

Sadena

Cewek itu mengusap hidungnya lagi lalu memencet-mencet sedikit untuk mengurangi rasa gatal. "Sakit?" tanya Sadena yang diam-diam memperhatikan. "Cuma flu doang," jawab Selin. Ini gara-gara dia main hujan kemarin. Raya sudah melarangnya tapi ia malah ngeyel. Alhasil, beberapa jam setelah main hujan badannya panas dingin dan ia bersin-bersin. Menggelengkan kepala, Sadena mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Sebuah sapu tangan putih. "Bersihin cepet hidung lo."
1011.9K viewsCompletedAdded to Library 391 Times as adab bersin
Read
+Library
Editor Dingin Bikin Bucin

Editor Dingin Bikin Bucin

Namun Henrik sama sekali tak terganggu oleh ucapan bernada sinis itu. “Kau makin manis saat marah-marah,” goda Henrik sambil bangkit lalu mendekat pada Isabella. Ia menyentil hidung mancung Isabella dengan santai, membuat Isabella refleks menepis tangan Henrik. Ia jijik pada pria itu, bahkan sentuhan kecil tersebut membuatnya bergidik. “Jangan sembarangan menyentuhku!” “Baiklah, aku akan minta izin setelah ini,” balas Henrik sembari menyeringai.
103.3K viewsCompletedAdded to Library 65 Times as adab bersin
Read
+Library
Papaku Masih Perjaka

Papaku Masih Perjaka

“Maaf Ibu, untuk jam besuk pasien masih di jam sepuluh, itu pun harus membuat janji karena mencegah penularan penyakit dari luar ke dalam rumah sakit.” “Oh … “ Sabrina mengangguk, meski merasa kecewa karena ditolak. Ia memilih memutar tumit. Dengan langkah pelan dia berjalan keluar dari rumah sakit, dan tanpa sengaja Sabrina berpapasan dengan Adam. “Kamu!”
1037.3K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as adab bersin
Read
+Library
Pengasuh Untuk Sang Duda

Pengasuh Untuk Sang Duda

Jika tahu cara ini akan berhasil, kenapa dirinya tidak melakukan cara ini sejak lama. Selina merasa sebentar lagi Ethan akan merebahkan tubuhnya di atas kasur, karena dia barusan mendengar suara pintu dibuka. Selina tetap berusaha untuk diam, tapi sayangnya tiba-tiba saja hidung Selina terasa sangat gatal dan tidak bisa dia tahan lagi. “Hasim!!” Selina bersin, tentu saja membuat kepura-puraannya langsung terbongkar di depan Ethan.
1050.3K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as adab bersin
Read
+Library
365 Hari Bersama Sang CEO

365 Hari Bersama Sang CEO

Adam sedikit tersinggung dengan perkataan yang dilontarkan wanita itu, ia mengedarkan pandangannya ke samping. “Aku tidak menyukainya.” gumamnya pelan. “Saat pertama kali bertemu denganmu, aku berusaha menahan tanganku agar tidak menutup hidungku. Kau sendiri mana tahu, bau tubuhmu yang sudah seperti bau babi hutan.” Shino mulai tidak bisa mengontrol ucapan yang keluar dari mulutnya. Ah, mulai lagi pertengkaran rounde kedua. “Memangnya kau tahu, babi hutan itu baunya seperti apa?”
102.6K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as adab bersin
Read
+Library
Setelah Bapak Tiada

Setelah Bapak Tiada

' Rasanya ingin kugampar pangkal telinga manusia satu ini. "Uda, kalau mau Rindu kasih masukan, ubahlah perangai tak baik itu. Ada pepatah bukan, dahulukan adab dari pada ilmu. Se-brilian apa juga otak, tanpa etika itu sama dengan nol." "Maksudnya?" Uda Revan menghentikan suapan. "Uda dengan entengnya bilang 'cuma ini, Mintuo?' tanpa peduli seperti apa usaha Mintuo Uda untuk bisa menghidangkan masakan sederhana ini di atas meja."
1037.8K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as adab bersin
Read
+Library
Wanita Tangguh

Wanita Tangguh

Syifa menatap dirinya di depan meja rias, mengoleskan bedak tipisnya serta lipstik merah muda yang senada dengan rona bibirnya, tak lupa ia pun menyemprotkan minyak di bagian tubuhnya dan pergelangan tangan. “Jangan banyak-banyak! Cukup untuk menghilangkan bau yang nggak enak,” protes Hamzah yang tengah berdiri mengenakan kaos di depan lemari. “Setiap laki-laki bukan mahram di jalan yang mencium wewangian Adek akan menimbulkan dosa loh!” lanjut Hamzah memperingati. “Hmmm ... iya Mas,” balas Syifa.
106.4K viewsOngoingAdded to Library 165 Times as adab bersin
Read
+Library
Jungle Love

Jungle Love

Lelaki tua itu mengelus dada sembari mengatur napasnya yang seketika tersengal-sengal. "Kita berhenti di rest area di depan sana saja dulu, baru lanjut lagi obrolannya," kata Haji Sobirin kemudian. Dipandanginya Abdi yang terlihat memerah kedua pipinya. "I-iya, Pak," sahut Abdi cepat. Sedetik berselang ia buru-buru menambahkan, "Maaf, saya tadi kaget banget." "Tidak apa-apa," respon Haji Sobirin.
1016.9K viewsCompletedAdded to Library 473 Times as adab bersin
Read
+Library
Cinta dalam Balutan Doa

Cinta dalam Balutan Doa

Arza langsung mengangguk mantap. "Abi akan beliin, tapi Abang harus janji dulu, enggak boleh meniru Aidil dengan menyemprotkan air itu ke wajah orang. Boleh semprot ke tanaman dan halaman saja, ya," ucapnya. "Iya, Abi. Abang enggak akan nyemprotin ke orang. Kalau nyemprotin ke orang 'kan jadi enggak sopan. Katanya bunda begitu," ucapnya.
9.317.1K viewsCompletedAdded to Library 462 Times as adab bersin
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status