Balada Asmara Biduan Dangdut
Aku hanya diam dan membatin.
Ingin kuketuk pintunya, tapi tidak jadi. Tanganku secara otomatis mundur. Aku seperti anak serigala yang belum cukup nyali untuk maju menerkam seekor rusa dewasa.
“Bagaimana ini?”
Kulirik jam tangan, dan waktu menunjukkan pukul 21.00 malam. Kutarik napas panjang dan menghitung, satu, dua, tiga, kumajukan tangan dan kupaksa tangan ini untuk mengetuk pintu.