Rahasia di Kabin Kemudi
Saat ini, pandanganku tidak tertuju pada wajahnya, melainkan sejajar dengan tonjolan di celananya.
Hanya sekilas saja, napasku langsung tersengal. Apa di dalamnya ada sesuatu? Bentuknya mengerikan sekali, begitu garang dan perkasa, bahkan lebih menakutkan daripada yang kulihat di film tadi.
Darahku seolah mendidih seperti terbakar, tanpa sadar aku menelan ludah.
Sebelum sempat menarik kakiku dengan canggung, Pak Bima sudah mendekatiku. "Kak Dian, bisa bantu aku? Aku sangat nggak nyaman..."