Desahan Dikamar Tamu
Beruntung sekali, dulu pria itu tidak mau menyimpan buku merah hijau itu.
"Pegang ini, agar nanti jika kamu sudah lelah dan menyerah, tidak perlu memberitahuku. Kamu tau 'kan jalan ke pengadilan," ucapnya kala itu sambil melempar buku yang menjadi simbol hubungan sakral antara kami itu.
Saat itu baru hari kedua pernikahan kami. Seharusnya, itu adalah masa-masa indah pengantin baru, tapi Mas Hasan sudah menancapkan belati di hatiku.