Pendekar Pedang Naga
Tulisan-tulisannya berbahasa kuno, namun lambang-lambangnya bisa dikenali—simbol naga hitam dan naga emas, terukir berdampingan.
“Dulu… hanya ada satu pedang naga,” gumam Kael, membacakan perlahan.
“Tapi dalam pertarungan melawan kegelapan purba, kekuatan itu terpecah menjadi dua—pedang naga emas, warisan darah, dan pedang naga hitam, warisan pilihan.”
Arsel mendekat.
“Warisan darah… jadi pedangku adalah hasil turun-temurun, sedangkan pedangmu, Kael, memilih sendiri tuannya.”