Kinari dan Benang Waktu
“Kita bentuk regu kecil dari para ‘cosplayer’ itu, mereka bisa jadi mata.”
“Kita bisa,” sambung Kael,
“tapi jumlah manusia terlalu banyak. Kota ini sendiri adalah samudra kepala, dan tiap kepala membawa ribuan niat—sebagian tak sempat jadi perbuatan, sebagian mekar diam-diam.
Kita akan terbakar habis sebelum retakan pertama benar-benar terpadam.”
Hening merayap.
Di bawah jendela, kota menghela napas panjang; kereta melintas seperti ular besi, klakson mengerling, dan hujan sisa sore menetes dari talang seperti manik-manik bening.
ตอนยอดนิยม