PERMAISURI YIN
Tabib undur diri sejenak.
An Mama tersenyum lebar, tapi Su Yin berwajah kaku. Kehamilan. Dari dulu hal itu tidak ia inginkan, tapi mana mungkin tidak akan jadi anak sedangkan kandungannya subur dan Li Wei pun sangat jantan sebagai seorang lelaki.
“Aku takut,” ucap Su Yin gemetar.
“Nyonya, tidak apa-apa. Pangeran akan memiliki penerus untuk kerajaan ini. Hamba yakin kau akan kuat, seperti dulu saat menumpas para serigala.” An Mama memberikan semangat.