Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Beda Usia, Beda Usaha

Beda Usia, Beda Usaha

“Untung reflek gue masih bagus ya. Kalo nggak, bisa tuli beneran gue.” “Kondom beneran belom lo buka? Siapa orangnya? Gue kenal nggak? Ketemu di ‘Bear and Bar’ juga? Trus, gimana kalian? Cuma date doang kah? Atau lanjut? Bisa bikin lo orgasme nggak tuh cowok?” “Ada deh…” Jawabku santai sambil tersenyum. “Dindaaaaa! Sumpah ya, lo itu nyebelin banget, banget, banget, tau nggak! Ceritain ke gue. Se-ka-rang!”
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai kondom tipis
Baca
+Pustaka
 Beautiful Hurt

Beautiful Hurt

Aku melihat dia menaikkan satu alisnya keatas sambil tersenyum evil. "Memangnya kondom ada variant rasa? Seperti coklat, vanilla, mocca begitu ya, Sir?Bukannya itu untuk dipasang kesitu ya? Bukan untuk dimakan 'kan ya? Jadi ngapain juga dibuat beraneka rasa?" Aku makin bingung dengan pembicaraan yang makin lama makin tidak kupahami ini. "Memangnya kamu tidak pernah melihat kondom, Woman?" Albert semakin mendekat kearah tempatku duduk. Senyum ibli*nya masih tetap sama.
1018.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 482 kali sebagai kondom tipis
Baca
+Pustaka
Dipoligami Karna Tak Kunjung Hamil

Dipoligami Karna Tak Kunjung Hamil

Ayana tampak berpikir sejenak dan menarik nafasnya. "Aku tidak paham betul sih, Kak. Yang jelas, jika ingin berpoligami sebaiknya memohon izin dulu kepada isteri pertama. Lalu, adakah sebab sehingga akan melakukan Poligami." Jawab Ayana menurut dengan pengetahuannya. Zidan mengangguk perlahan. "Hmm, baiklah. Masuk yuk. Sudah malam, banyak nyamuk." Ajak Zidan dengan mengalihkan topik seraya membawa mangkuk kotor dan juga botol berisi air minum yang tinggal sedikit.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai kondom tipis
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder

Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder

matanya melebar sempurna, Marissa terkejut. ‘Duh Marissa, jangan oon jadi perempuan dong. Deniz mau bikin enak sama kamu, masa nggak peka sih?’ “Kamu bawa kondom nggak, Mas?” tanya Marissa dengan nada suara direndahkan, ia takut menyinggung perasaan suaminya. “Buat apa?” jawab Deniz pendek. “Making love?” sahut Marissa cepat. “Kita mau bikin anak Marissa, bukan menundanya. Ayo, buruan!”
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai kondom tipis
Baca
+Pustaka
Tolong Perlahan, Dokter Nate!

Tolong Perlahan, Dokter Nate!

“Dok, misalnya... aku dan dokter tidak ada penyakit menular dan sebagainya... apa tetap harus menggunakan kondom?” “Kalau kau yakin pasanganmu bersih, kondom tidaklah wajib kecuali kau tidak mau hamil. Itu pun saat intercourse ya, bukan foreplay.” Ariel terdiam sesaat, memikirkan apa yang terlintas di kepalanya itu. “Apakah sama enaknya, dok, pakai kondom sama yang tidak pakai?”
9.3216.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.4K kali sebagai kondom tipis
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
Penyuka Novel
Ga berniat SPAM tp seriusan aku masih gagal move on utk baca novel2 lain.. re-reading lagi novel ini.. paling suka bagian ariel & nathan pas jadi dokter & murid. Begitu ariel udah pulang dari London, gaya tulisan author udah jadi beda. Tp tetep bagus..mungkin harus bikin season 2??
momominky169
Sebenarnya, masih banyak yang layak direkomendasikan buat genre dark romance. nggak tahu ini pertimbangannya apa. karena banyak seksnya doank? soalnya ya cowoknya plinplan dan menang nafsu aja. ceweknya juga bodoh. masa udah dewasa nggak tahu kalau ML berkali-kali tanpa kondom bisa hamil?
Baca Semua Ulasan
Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik

Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik

Kutatap malas sebiji kondom di genggamanku ini. “Tau gini nggak usah buru-buru beli kondom dah, ujung-ujungnya nggak kepake juga sekarang! Mana pake acara ketemu Mas Syukur lagi, hadehh.” Aku masih terus ngedumel sembari menatap benda itu sampai suara yang sangat familiar terdengar di telingaku. “Wah, wah... ada yang beli kondom, nih? Buat dipake main sama siapa? Sama Kak Masha, atau... sama Nova?”
9.7232.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.3K kali sebagai kondom tipis
Baca
+Pustaka
RAYUAN SUAMI MISTERIUS

RAYUAN SUAMI MISTERIUS

Benda itu sudah kotor sehingga berkamuflase dengan warna coklat kehitaman lantai kayu ini. Elrissa mengambilnya dengan perasaan jijik. Dia kaget, ternyata benda itu adalah kondom bekas. "Kenapa ... Kenapa ada benda seperti ini di sini? Ini kayak udah lama— siapa yang pakai beginian di sini?" "Ris?" Panggil Alano tampak curiga. "Ada apa, Sayang?"
103.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai kondom tipis
Baca
+Pustaka
SETELAH 15 TAHUN PERNIKAHAN

SETELAH 15 TAHUN PERNIKAHAN

mata Inggit berbinar, lekas dirogoh dompet Albi yang berada di kantong. Namun, saat membuka dompet itu, ada hal yang membuatnya mengerutkan kening. “Apa ini?” tanya Inggit polos. “Kondom.” “Ya, aku tahu. Tapi untuk apa?” tanya Inggit kemudian. “Kenapa kamu bertanya seolah tidak paham. Setelah yang kita lakukan tadi subuh, kamu pasti paham kalau aku sangat menginginkanmu. Dan sekarang kamu benar –benar datang. Bukankah itu artinya kamu juga ingin melakukannya.”
10143.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai kondom tipis
Baca
+Pustaka
Brondong Itu Pacar Kontrakku

Brondong Itu Pacar Kontrakku

“Kenapa kau kelihatan seperti sedang mengawasi pacarmu, ya?” Audrey langsung menoleh. “Aku tidak mengawasinya, aku hanya sedang—” “Benarkah?” sela Eve tersenyum menggoda. “Jangan bilang kau mulai perhatian pada pacar kontrakmu itu, Re.” “Tentu saja tidak! Sejak kapan aku seperti itu? Hubungan kita hanya sebatas kontrak saja, tidak lebih dari itu.” “Kalau begitu, kenapa sejak tadi kau melihat mereka?”
165 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai kondom tipis
Baca
+Pustaka
Bersama Tanpa Terpaksa

Bersama Tanpa Terpaksa

"Hai, ganteng, bagi kondomnya dong." Keenan tersenyum, dan mengambilkannya. Ia tidak terkejut lagi jika ada wanita seksi masuk ke minimarketnya karena sudah beberapa wanita itu datang dengan penampilan seperti itu. Devan ingat betul karena penampilannya yang mencolok. "Lima puluh dua ribu," Keenan menyerahkan barangnya. "Mahal ya." "Yang biasa habis. Ini bergerigi dan manis." "Mau coba sama aku, nggak?" ucap wanita itu bersikap sensual, tapi gagal karena ia hampir terjatuh karena terpeleset. "Jahat ya nggak mau bantuin," rungutnya.
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai kondom tipis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status