Candu Dekapan Kakak Ipar
Ia menyandarkan tubuhnya, lalu melanjutkan, “Tapi satu hal yang pasti, ada seseorang yang memang ingin mencelakai Mas Radja. Ini bukan kecelakaan biasa.”
Karin menelan ludahnya perlahan. Jemarinya saling mengait tanpa sadar.
“Oh ….” sahutnya lirih.
Ada jeda yang terasa panjang.
“Mas …,” Karin kembali membuka suara, mencoba mengalihkan. “Besok temenin aku kontrol kandungan, ya.”
Kaisar menoleh. Untuk sesaat, tatapannya berubah—lebih lembut. Lebih manusiawi.