Hajatan Tetangga
kata Abdul ketika Erwin minta bagian.
"Tapi tanah itu tak berharga, Paman, di pinggir sungai lagi, siapa yang mau beli?" kata Erwin waktu itu.
"Bagaimana nya kau ini, Erwin?" sudah dikasih malah protes. Tunggu sepuluh tahun lagi pasti naik itu harganya," kata Pak Abdul.
Erwin tampak kecewa, sebagai keponakan satu-satunya, dia merasa kecewa dengan sikap Pak Abdul, dia dapat yang paling tidak berharga.