Sekuntum Rindu
Nando terkekeh, Erwin paham betul tawa yang mengejek itu.
"Sudahlah Win, kamu itu nggak pinter-pinter. Empat tahun main badminton masih aja ditempat yang sama. Sekali-kali juara Popda kek. Masuk PB. Djarum atau klub elit gitu." Nando tertawa. Erwin juga tertawa, sampai ia lupa dengan teman yang menunggunya diatas sepeda motor. "Oh, Kak Nando nggak tahu aja. Empat tahun latihan bukannya tak ada hasil, adik pelatih yang ngajarin Erwin itu cantiknya kebangetan Kak. Itu yang membuat latihan erwin jadi lama." Erwin kemudian berlalu, namun suara tawanya masih terdengar. Beberapa saat kemudian deru sepeda motor membelah kesunyian daerah perumahan Bukit Kendal Asri. Nando menyuapkan sepotong kue cok
Hot Chapters