Gadis Dua Belas Digit
Kota itu terlihat seperti kota mati, yang mana hanya dihuni oleh segelintir orang.
Usut punya usut, kota itu merupakan milik Mark yang lima belas tahun lalu ia beli dari pemerintah setempat.
"Kita sudah sampai, keluarlah," titah Mark.
Maria hendak beranjak, tetapi Mark mencegatnya.
"Rudolf, bawa Joe bersamamu. Aku masih ada urusan bersama Maria," imbuhnya.
"Baik, Tuan."
Setelah memastikan dua pria beda generasi itu keluar mobil, akhirnya Mark mengajak Maria bicara baik-baik.
Bab Populer