LOGINNasib buruk dialami oleh Zaneta. Baru saja kembali dari luar negri dengan gelar sarjana dan bermimpi akan dinikahi oleh kekasih tercintanya, ternyata Zaneta malah dijual oleh kekasih dan saudara tirinya pada pria yang tak dikenal. Zaneta akhirnya bangkit--berusaha untuk membalaskan rasa sakitnya. Akankah Zaneta mendapatkan jalan keluarnya? Tapi, pria yang membelinya itu seakan ingin mengukungnya....
View MoreLampu kota yang berkelap-kelip di balik jendela kaca mobil tidak mampu mendinginkan kepala Alden. Sepanjang perjalanan meninggalkan kediaman Dixton, cengkeramannya pada kemudi begitu kuat hingga buku-bukunya memutih. Amarah, kerinduan, dan rasa dikhianati bercampur menjadi satu, menciptakan badai yang siap meledak kapan saja.Begitu mobilnya berhenti di lobi hotel VVIP miliknya, Alden keluar tanpa menyerahkan kunci pada petugas valet. Ia melangkah lebar, mengabaikan sapaan hormat dari para staf hotel yang membungkuk dalam saat ia lewat. Pikirannya hanya tertuju pada satu hal: wajah Zaneta yang pucat dan tatapan melindungi dari Edric.BRAKK!Pintu penthouse mewah itu didorong kasar hingga menghantam dinding. Alden melangkah masuk dengan napas memburu. Keheningan kamar yang elegan itu justru terasa seperti ejekan baginya."ARGHHHH!"Suara teriakan Alden menggema, memecah kesunyian malam. Ia menyambar vas bunga porselen di atas meja konsol dan menghantamkannya ke lantai hingga hancu
Langkah kaki terburu-buru bergema di lorong paviliun yang sunyi. Pintu terbuka perlahan, menampakkan sosok pria paruh baya dengan tas medis di tangannya. Uncle Billy, dokter kepercayaan keluarga Dixton, masuk dengan raut wajah serius namun tenang.Nyonyq Gracia segera menghampirinya. Matanya yang berkaca-kaca memancarkan kecemasan yang mendalam. Ia mencengkeram lengan Billy dengan tangan yang gemetar. "Billy, syukurlah kau sudah sampai. Kumohon, lakukan yang terbaik untuknya. Dia sangat ketakutan... persis seperti pertama kali dia tiba di sini beberapa tahun lalu," bisiknya dengan suara serak menahan tangis.Billy menepuk tangan Gracia lembut, mencoba memberikan ketenangan profesional. "Tenanglah, Gracia. Aku akan memeriksanya sekarang."Billy melangkah mendekati tempat tidur tempat Zaneta terbaring pucat. Edric memberikan ruang bagi pamannya itu, namun tetap berdiri cukup dekat untuk memastikan ia bisa melihat setiap helai napas Zaneta yang masih tersengal. Dengan telaten, Billy m
Suara deru mesin mobil Alden perlahan menjauh, meninggalkan keheningan yang mencekam di kediaman keluarga Dixton. Begitu lampu belakang mobil itu menghilang sepenuhnya di balik gerbang besi, topeng ketenangan Edric runtuh seketika. Ia tidak lagi peduli pada sisa jamuan makan malam yang dingin atau harga dirinya sebagai tuan rumah.Edric bangkit dari kursi dengan terburu-buru hingga kursinya terseret kasar ke belakang. "Mom, pastikan semua pelayan tutup mulut dan perketat penjagaan di depan!" serunya pada Gracia tanpa menoleh lagi.Ia berlari melewati ruang tengah, menembus rimbunnya tanaman hias di lorong rahasia yang menghubungkan bangunan utama dengan paviliun belakang. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena lelah berlari, melainkan karena rasa cemas yang menghimpit dada. Ia tahu betapa rapuhnya Zaneta saat ini.Begitu pintu paviliun dibuka, Edric menemukan pemandangan yang menyayat hati. Di pojok ruangan yang minim cahaya, Zaneta sedang memeluk lututnya di samping tempat tidu
Langkah kaki Alden yang mantap di atas lantai marmer vila keluarga Dixton menciptakan gema yang terasa menekan. Tanpa menunggu undangan resmi, ia melangkah masuk dengan aura dominasi yang tak tertandingi. Baginya, sopan santun adalah hal sekunder jika dibandingkan dengan "harta" yang hampir ia gapai. "Selamat malam, Nyonya Dixton," sapa Alden dengan nada suara yang halus namun sarat akan otoritas saat melihat Gracia turun dari lantai dua. Gracia berusaha menjaga ketenangannya, meski tangannya masih sedikit gemetar setelah meninggalkan Zaneta. "Alden. Kedatanganmu cukup mengejutkan. Edric tidak memberi tahu bahwa kau akan mampir malam ini." "Aku hanya ingin memastikan kerja sama kita berjalan lancar, dan mungkin... mencari sesuatu yang sempat tertinggal di bengkel tadi," jawab Alden sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling aula besar itu. Matanya menyisir setiap sudut, mencari keberadaan sosok yang baru saja membuatnya kehilangan akal sehat. Di lantai atas, Zaneta masih meringkuk
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews