TAK INGIN BERCERAI
Kami duduk di paling depan, aku merasa tak nyaman, Kak Dea mungkin menyadari hal itu.
“Duduk di depan itu gak rugi, lebih dengar dengan jelas apa yang disampaikan nanti, kalau di belakang ntar ngantuk, jadi gak konsen dengerinnya,” Kak Dea berujar sambil menepuk bahuku.
Aku mengangguk saja, lagian cuman dengerin kajian doang, kan gak mungkin ditanya-tanya.
“Mur.. Btw kamu cantik banget loh kalau penampilannya begini,” puji Kak Dea.