Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Katamu Uang Tak Kenal Saudara

kuulurkan plastik berisi kue yang tadi sempat kutambahi dengan buah-buahan juga. Mbak Meri meraih kasar plastik itu, lalu ... ia melihat isinya. "Halah! Cuma kaya gini aja dianterin kesini!" Tanpa kusangka, Mbak Meri melempar plastik itu. Beberapa buah keluar bebas menggelinding di lantai. Astaghfirullah halazim! Kuurut dada ini. Betapa tak bisa menghargai pemberian orang sedikitpun.
7.840.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai kotak buah plastik
Baca
+Pustaka
Perjanjian Terlarang

Perjanjian Terlarang

Dia diam beberapa saat menyadari satu hal yang ibunya bicarakan. Buah tangan dari Paris dibungkus di sebuah kotak solid dan menarik perhatian, dengan bentuk yang kecil, meski terlihat cukup tinggi. Moreau sedikit kesulitan ketika membuka penutup yang merekat ketat. Pembuatnya seperti menambahkan magnet, sehingga tahu ... dia harus hati – hati, barangkali supaya sesuatu—apa pun, di dalam kotak, tidak melompat keluar.
1032.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai kotak buah plastik
Baca
+Pustaka
Besar Kema(l)uan dari Kemampuan

Besar Kema(l)uan dari Kemampuan

“Maaf, Ayah enggak sempat bungkus kadomu. Ibuk juga tadi enggak dibungkus, kan, kadonya. Kamu suka?” Xai mendorong plastik berisi pengaman berbagai macam jenis dan rasa jauh-jauh. Wajahnya bersemu kemerahan seketika. Dia berlagak seperti ini pertama kali dirinya melihat kondom dari dekat. Atau memang ini sungguh yang pertama? “Kamu tahu ini, kan?” Aku mengangkat satu kotak yang berwarna merah. Rasa stroberi, kalau kata tulisan di kotaknya.
1022.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 841 kali sebagai kotak buah plastik
Baca
+Pustaka
Godaan Penghuni Kos Puteri

Godaan Penghuni Kos Puteri

Raga melihat ada beberapa botol air mineral ukuran kecil tergeletak di depan kamar, sekilas tidak terlihat aneh sampai Raga menyadari kalau semua tutup pada botol tersebut sudah berlubang. "Hmm.. Kayak gak asing ya." Gumam Raga dalam hati. Di samping botol air mineral tersebut ada kantong plastik putih sedikit transparan. Raga melirik ke arah plastik putih itu, ia berjongkok dan terlihat samar banyak kotak susu di dalam plastik tersebut. Kecurigaan Raga semakin menguat setelah adanya sampah berupa kotak susu di dalam plastik putih itu.
9.296.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai kotak buah plastik
Baca
+Pustaka
Kotak Itu Berbicara

Kotak Itu Berbicara

“Oke, kita mulai latihannya.” Setelah selesai membuka latihan, Roni meminta bantuan Karina untuk membuka kotak yang dia bawa. Kotak itu sering disebut ‘Kotak Berbicara’, kotak yang menjadi bagian penting dalam perjalanan tim teater sejak dulu. Benda sederhana yang setiap waktu berganti tangan. Kotak itu sudah ada sejak angkatan-angkatan tim sebelumnya. Selain menjadi wadah kritik dan saran, kotak itu juga menjadi tempat curahan hati para anggota tim. Masalah memang sering terjadi di antara anggota tim dan Kotak Berbicara menjadi media untuk menyelesaikannya.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai kotak buah plastik
Baca
+Pustaka
Malam Pertama dengan Orang yang Tak Dicinta

Malam Pertama dengan Orang yang Tak Dicinta

Ada kotak makanan berukuran lumayan besar berbahan plastik pula yang dibawa. “Dia nggak izin sama aku? Keterlaluan! Tapi, buat apa juga berpamitan. Lagian, aku juga malas kalau disuruh mengantarnya. Tapi, mau dijual ke mana makanan yang dia buat?” Kegundahan menyusup ke relung hati terdalam. Rasa penasaranan pelan-pelan mendatanginya.
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai kotak buah plastik
Baca
+Pustaka
Manusia 30 Triliun

Manusia 30 Triliun

Dia berbalik, kemudian berdiri dan mengulurkan kantong plastik itu kepada Kevin, "Ini untukmu." Kevin benar-benar terkejut dan mengambilnya. Ada buah persik, plum dan aprikot di dalam kantong plastik, hanya saja setiap buahnya terlihat tidak sempurna. "Buah ini kamu belikan secara khusus untukku? Buah ini terlalu mahal, lain kali tidak perlu membeli lagi." Saat Kevin merasa sangat terharu, dia tahu bahwa ini adalah makanan yang sangat biasa bagi orang yang punya uang, tetapi bagi Elmira, makan buah merupakan sebuah kemewahan.
8.4225.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.8K kali sebagai kotak buah plastik
Tampilkan Ulasan (31)
Baca
+Pustaka
Penghujung Cerita
hahaha sedikit lag aku mendapat 101% kerna udah selesai baca akhirnya gini dong kami mahu kevin menunjukkan balas dendamnya Fani selesai sekarang tinggal mantap sama pengikutnya serta si bodoh kejar mobil lupa namanya maaf tinggal beritahu siapa si kevin aslinya perkenalkan dong elmira pada keluarga
Eriyanti Eriyanti
klw menurutku rada mirip ceritanya Gerald, aku lupa judulnya apa tp tokoh utamanya Gerald. cm beda nama tokoh, tempat n sedikit lebih ringkas yg ini... aku br baca smpe bab 8 sih, blm slsai.. tp akan aku slsaikan nnti aku review lagi ya.. semangat thorr
Baca Semua Ulasan
Istri Status Pembantu

Istri Status Pembantu

Aku masih melongo saat dua kantung plastik dia letakkan di meja, lalu didorongnya mendekat padaku. “Susu, vitamin, sama buah-buahan,” katanya dengan suara memelan. Pemuda itu mengerling jenaka. Perasaan seminggu yang lalu anak itu marah padaku, tapi apa ini? “Wah, baik banget mah, si Aden!” Baru saja Mpok Yanti ingin meraih kantung plastik yang ukurannya lebih kecil dari kantung plastik satunya lagi, tangan Zein lebih dulu menarik benda itu.
109.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 345 kali sebagai kotak buah plastik
Baca
+Pustaka
Me Versus Gundik Suamiku

Me Versus Gundik Suamiku

ucap sang ibu sembari mengulurkan kantong plastik yang ada pada tangan kanannya. Erika menerima plastik merah transparan itu dengan tak enak hati, sebab wanita berkerudung navy itu memberikan buah-buahan, satu bungkus roti kering, beberapa biskuit rasa stoberi dan lima buah susu kaleng. "Terima kasih, Bu. Tapi ini terlalu banyak, saya ragu akan dapat menghabiskannya atau tidak."
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai kotak buah plastik
Baca
+Pustaka
Mahar Lima Puluh Ribu dari Tuan Muda

Mahar Lima Puluh Ribu dari Tuan Muda

ucap Mang Ucup sambil menyerahkan kantung plastik itu. "Waduh banyak banget, Mang," ucap Revan saat melihat banyaknya botol didalam plastik tersebut. "Iya, siapa tau bisa cepet kelar dan bisa segera bulan madu," ucap Mang Ucup kemudian. "Eh?"
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai kotak buah plastik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status