Malam Terlarang Bersama Paman
jerit Nada frustasi.
Kepingan piringan hitam dari memori kelam Nada, perlahan menyatu kembali. Ibarat sebuah kaset usang, setiap momen mengerikan itu perlahan muncul ke permukaan. Nada bisa mengingat bagaimana pamannya itu merenggut kesuciannya di malam terlarang.
“Nada, kamu sedang tidak asal bicara, kan?”Adrian masih mencoba untuk menampik setiap ucapan Nada.