Menantuku Selalu Diam Di Kamar
Setelah pintu rumah terbuka, kami kemudian masuk, lalu berjalan menuju kamar masing-masing.
Walaupun tadi di tempat Neng Risma hanya duduk-duduk saja, tetapi badan rasanya sangat capek. Sehingga aku membutuhkan waktu untuk beristirahat walau sejenak. Aku pun segera mengganti pakaianku dengan pakaian sehari-hari. Kemudian aku pun segera membaringkan tubuhku di atas kasur, walau hanya untuk meluruskan tulang punggang hingga ekorku yang terasa sakit karena kelamaan duduk.
"Bu, Ibu sedang apa? Apa boleh aku masuk?"