Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Merebut kembali Cinta Istriku

Merebut kembali Cinta Istriku

Wanita itu memutuskan untuk ke sana mencari sebuah buku yang menarik untuk di baca. Jasmine masuk ke ruangan tersebut. Netra- nya menatap kagum pada interior yang berada di ruangan tersebut. Ia mendekati meja kerja yang berbahan jati. Milik keluarga suaminya itu. Mencoba kursi kebesaran milik Kehl Ardiansyah tersebut. "Wuih, empuknyo ni kursi," decaknya sambil mengenjot-enjot kursi yang memiliki per tersebut. Lalu memutarkan kursinya ke kanan kiri dan akhirnya berputar penuh.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai kursi santai depan rumah
Baca
+Pustaka
SELALU SALAH

SELALU SALAH

Mas Adit hanya tersenyum. Kini kami tengah duduk di ruang keluarga dengan sofa yang empuk sambil menunggu empunya rumah keluar. Di depanku, terpampang televisi super besar. Benar-benar rumah orang kaya. "Apa ini yang dinamakan home theater, ya?" aku membatin.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai kursi santai depan rumah
Baca
+Pustaka
Alstroemeria

Alstroemeria

Begitu melewati gerbang, tampak sebuah rumah kayu sederhana dengan halaman cukup luas, dihiasi beberapa pohon persik yang sedang berbunga. Sebuah jalan setapak dari batu mengarah langsung ke rumah, dan di depan terasnya terdapat lima kursi santai yang mengelilingi satu meja bundar dari kayu tua. “Baiklah, kita masuk dulu untuk membagi kamar,” ucap Pangeran Pertama. Begitu memasuki rumah, kami melepas sepatu dan menaruhnya di rak di dekat pintu. Udara di dalam terasa hangat dan nyaman; semuanya tampak bersih dan rapi.
1015.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 410 kali sebagai kursi santai depan rumah
Baca
+Pustaka
Sang Pengubah Takdir

Sang Pengubah Takdir

Rumah itu perlu sedikit di rombak bagian depannya agar memiliki tampilan lebih luas, lalu meja, kursi, dan peralatan memasak juga dibeli pada hari itu juga. Karena mereka harus bangun pagi-pagi setiap hari nantinya, maka Citra dan Rani akan bertempat tinggal di rumah itu. Lagipula mereka merasa lebih nyaman karena tak harus terus-terusan merasa sungkan karena keberadaan Eyang Kartareja.
1080.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai kursi santai depan rumah
Baca
+Pustaka
VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

ajak Susanti. Seorang satpam membukakan pintu pagar untuk kami lalu membantu kami mendorong motor Santi agar terparkir di dalam. “Satpamnya saja baik, pasti tuan rumahnya juga baik, ya, Mbak,” bisik Susanti. “Semoga saja, ssstt ... sudah diam.” Kami duduk di ruang tamu yang begitu luas dan megah. Kursi yang kami duduki pasti sangat mahal karena terasa sangat empuk dan nyaman.
10147.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.0K kali sebagai kursi santai depan rumah
Baca
+Pustaka
LEBIH BAIK KITA BERPISAH (Season 1)

LEBIH BAIK KITA BERPISAH (Season 1)

Tak ada kursi di rumah yang mereka tempati. Dan memang belum ada dana lebih untuk membeli itu. Sehelai karpet berbahan bulu rasfur dipilih Ranti sebagai pengganti kursi. Ranti menurut. Diikutinya langkah Bayu yang sudah lebih dulu berjalan dan langsung mendudukkan tubuhnya pada karpet bewarna coklat muda itu.
952.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai kursi santai depan rumah
Baca
+Pustaka
ELEANORE Putri Sang Perdana Menteri

ELEANORE Putri Sang Perdana Menteri

" Aku menyusuri ruang depan yang cukup membuat mataku takjub, lukisan dari pelukis ternama dan patung artistik terpasang di setiap sudut dinding dan ada sepasang kursi terbuat dari kayu beserta mejanya. Tampaknya ruang depan ini untuk bersantai. "Di sini tempat untuk ayah bertemu orang yang keperluannya tidak menyangkut negara. Bisa juga dipakai untuk bersantai menikmati tenggelamnya matahari. Kau bisa melihat melalui jendela besar itu." Ken menjawab rasa ingin tahuku.
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 313 kali sebagai kursi santai depan rumah
Baca
+Pustaka
Ya, Sayang?

Ya, Sayang?

"Rumah kamu yang mana?" ["Rumah saya yang berpagar putih banyak tanaman merambat. Cari saja rumah yang paling banyak tanaman di depan rumahnya. Nomor dua ratus empat. Itu rumah saya, pintu rumah saya terbuka lebar, ada jemuran selimut bermotif bunga warna-warni dan saya sedang duduk di kursi teras depan rumah. Rumah saya yang paling kecil di antara rumah yang lainnya."]
11.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai kursi santai depan rumah
Baca
+Pustaka
Jin Qorin, Sang Kembaran Jiwa

Jin Qorin, Sang Kembaran Jiwa

Bayu berjalan menuju pintu depan ruang tamu rumah kosong. “June, tetap di dekat motor, jangan ikuti aku. Aku mohon.” Kata Bayu tegas. Bayu membuka pintu dengan kunci yang dia bawa. Beberapa saat kemudian, Bayu membuka pintu depan. Ketika pintu dibuka, bau amis menyeruak dari dalam rumah. Bayu mengerutkan keningnya. Bayu memasuki ruang tamu rumah kosong. Bayu melihat kursi tamu yang terbuat dari kayu dengan model kursi antik gaya jawa. Bayu terus berjalan menuju ke bagian dalam rumah.
9.315.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 561 kali sebagai kursi santai depan rumah
Baca
+Pustaka
Kukembalikan Suamiku pada Istri Pertamanya

Kukembalikan Suamiku pada Istri Pertamanya

Letaknya cukup jauh dari jalan raya yang bising karena kendaraan. Di halaman rumah, terdapat pohon rambutan yang sedang berbuah. Entah punya Bu Halimah atau milik orang lain. Di bawahnya, ada kursi panjang yang terbuat dari bambu. Aku pun berjalan menuju ke sana. Lalu duduk di kursi tersebut dengan kedua kaki terangkat
1062.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai kursi santai depan rumah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status