Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PERNIKAHAN TERLARANG DENGAN MUSUH KELUARGA

PERNIKAHAN TERLARANG DENGAN MUSUH KELUARGA

Memang di sana terdapat kursi khusus untuk ibu hamil yang ingin beristirahat. "Ambil 2 masing-masing?" tanya Arsya. "Satu-satu aja, nanti ke tuker. Sisanya kita beli kalau baby udah lahir," jawab Sera. "Mau beli apa lagi?" tanya Arsya.
1013.4K viewsCompletedAdded to Library 523 Times as kursi untuk bab
Read
+Library
SIMBIOSIS

SIMBIOSIS

kata Bambang pada beberapa pria yang mengenakan jas hitam. Beberapa pria bertubuh besar itu langsung keluar dari ruangan. Selang beberapa menit, mereka kembali masuk dengan membawa kursi yang biasa digunakan oleh pegawai lain. Setelah itu mereka langsung keluar karena percakapan di dalam sudah mulai intim. Bambang mempersilakan Andra dan Robi untuk duduk di kursi yang baru tiba tersebut. Andra mengusap matanya yang terasa perih, rupanya ia hampir menangis.
9.96.9K viewsCompletedAdded to Library 192 Times as kursi untuk bab
Read
+Library
Rayuan Maut Para Tetanggaku

Rayuan Maut Para Tetanggaku

Fokusnya hanya satu: punggungku. “Sekarang, jelaskan padaku, Bima. Bagaimana mungkin kursi besi itu hancur dan punggungmu bahkan tidak lecet sedikit pun?” Papa menatapku dengan rasa penasaran yang luar biasa. “Papa lihat sendiri tadi, kursinya benjol dan rusak parah. Jelaskan pada Papa kenapa itu bisa terjadi?”
1083.0K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as kursi untuk bab
Read
+Library
Ibu Mertua Melarang BerKB

Ibu Mertua Melarang BerKB

Melati masih terus menatap Andre hingga membuat tubuh Andre bergetar hebat karena ketakutan. Tiba-tiba Andre membaca ayat kursi dengan tubuh menggigil. "Allauhu la ilaha illa hual hayyul qayyum, laa ta huduhu sinatu wa la naum.."
108.7K viewsCompletedAdded to Library 304 Times as kursi untuk bab
Read
+Library
Rahasia di Ranjang Malam Pertama

Rahasia di Ranjang Malam Pertama

Tidak tantrum atau nangis, dia mengambil kursi makan walau dengan susah payah, didorong dan ditariknya mendekat ke meja bar. Daisha sampai mangap-mingkem melihat anaknya. See! Adya naik ke kursi itu, Daisha pantau saja, sampai akhirnya Adya bisa naik ke meja bar marmer yang kini didudukinya. "Mami, ini apa namanya?" Jari telunjuk kecil itu mengarah pada meses ceres. "Cokat, ya, Mami?" "Itu meses, rasa cokelat."
1012.1K viewsCompletedAdded to Library 350 Times as kursi untuk bab
Read
+Library
Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Bree berseru melarang dengan suara panik. “Itu hanya kursi, Bree. Tidak ada yang keberatan meski aku membakarnya, mereka akan membawa yang baru.” Rad heran dengan penolakan keras itu. “Bukan karena itu!” sergah Bree, kini suaranya terdengar putus asa. “Lalu apa?” Rad sampai merasa gatal untuk menoleh karena heran. “Kau boleh membakar kursi, tapi nanti. Itu…”
9.538.6K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as kursi untuk bab
Read
+Library
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Kai berbisik, “Itu... siapa?” “Bukan siapa,” jawab Ustadz Faris lirih. “Itu adalah Kursi Jawaban. Hanya bisa diduduki oleh mereka yang bersedia menghapus dirinya dari dunia.” Lena menatap kursi itu. “Kita mencari jawaban, tapi setiap kita mendekat, justru semakin banyak yang harus kita lepaskan.” Bayangan itu menatap balik. Bukan dengan mata, tapi dengan pemahaman. Lalu ia berbicara, tidak dengan suara, tapi dengan struktur.
2.6K viewsCompletedAdded to Library 66 Times as kursi untuk bab
Read
+Library
Rantai Gen Mekanik

Rantai Gen Mekanik

Pertanyaan tes ini juga tidak menentukan untuk siapa kursi ini digunakan. Neo tidak terburu-buru untuk memulai. Dia melihat Baja Karat No.1 dan berpikir sejenak. Tidak seperti sumpit, yang memiliki panjang dan ukuran standar dan dapat digunakan oleh siapa saja. Kursi berbeda, orang tua suka yang empuk, orang muda suka yang lebih elastis, dan anak-anak suka yang menyenangkan. Ini benar-benar masalah komprehensif yang sulit.
104.2K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as kursi untuk bab
Read
+Library
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

Bruaakkk Tiba-tiba dia menendang kursi pasien yang panjang itu agar bautnya yang ditancapkan ke lantai bisa terlepas dengan cara paksa, tidak ada yang bisa dia lakukan lagi sekarang, dia hanya berusaha sekuat tenaga agar bisa melepaskan kursi pasien dan benda-benda yang menurutnya bisa menutupi akses masuk dari lorong yang terdengar suara bayi yang mengerikan itu.
9.631.2K viewsCompletedAdded to Library 716 Times as kursi untuk bab
Show Reviews (22)
Read
+Library
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Read All Reviews
Story Adik Iparku di Akad Nikah Suamiku

Story Adik Iparku di Akad Nikah Suamiku

Tabitha sudah aku letakkan pada baby seat care di samping kursi kemudi yang kubeli kemarin secara online. Benda itu sangat berguna untukku setiap kali ingin membawa Tabitha bepergian naik mobil. Bayi akan tetap merasa nyaman dan aman selama di perjalanan. “Mama ikut!” Astaga, kenapa wanita ini jadi ingin ikut. Sepertinya aku telah salah mencari alasan. “Aku pesan saja, ya, makanan untuk mama. Biar nanti kurir yang antar. Mama mau makan apa?” Aku terpaksa membujuknya.
1028.4K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as kursi untuk bab
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status