SUJUD TERAKHIR EMAK
“Mas… ikhlaskan… ini takdir Allah. Mbak Rini sudah berjuang sampai akhir.”
Arman mengguncang kepalanya, menolak kenyataan pahit itu. Ia kembali meraih tangan kakaknya yang sudah dingin, menciumnya berkali-kali. “Aku belum siap, Mbak… aku belum siap!”
Di ruangan itu, hanya tersisa tangisan dan doa. Cahaya lampu neon terasa semakin redup, seakan ikut berkabung bersama mereka.
Dan di tengah isak tangis yang pecah, Sita menatap tubuh Rini dengan mata basah, teringat pesan terakhirnya: “Jangan lepaskan dia.”