PEMBALASAN DENDAM SANG LADY
Burung gagak sesekali terbang rendah, mengeluarkan suara serak sebelum menghilang ke dalam kabut.
“Ini... pemukiman Lumor, Lady,” suara Anya pelan, menelan ludahnya. “Desa yang selalu tertutup kabut tebal, dan berada di pinggiran rawa Valtieri.”
Lady Eveline menoleh, menatap Anya dengan kening berkerut, matanya menyipit, waspada. “Kau tahu dari mana Anya?”
Anya menunduk, menggenggam erat ujung mantelnya yang kumal. “Aku... mempunyai teman yang berasal dari wilayah ini,” gumamnya, suaranya nyaris hilang diterpa angin.