REINKARNASI SANG PUTRA SURGAWI
Kemudian ia melangkah turun, membaur ke dalam gelap malam —
sementara langit di atas mereka bergetar halus, seperti Lumeris sendiri menahan napas.
**
Angin laut dini hari berhembus lembut, membawa aroma asin yang mulai bercampur dengan hangatnya cahaya matahari pertama.
Elyon masih berdiri di bibir tebing, menatap ufuk timur yang mulai memerah.
Sinar mentari perlahan muncul dari balik awan, menyinari wajahnya yang kini sepenuhnya manusia.
Ia menarik napas panjang — udara bumi terasa aneh, tapi segar.