Seumur Hidup Terlalu Lama
Arumi tersenyum getir.
"Kita semua punya masalah masing-masing ya, Rum?" Uma mendecakkan lidah.
"Benar sekali. Sekarang si masalah itu sepertinya mulai mendatangiku." Arumi menarik napas berat.
"Kamu mau singgah ke tempat lain atau langsung ke apartemen, Ma?" Arumi bertanya saat mereka akan melewati persimpangan.
"Langsung pulang saja, Mi. Eh, aku penasaran dengan masalahmu. Kalau kamu percaya dan butuh telinga untuk mendengar, aku bersedia menampung keluh kesahmu," kata Uma tulus.