Pesugihan Kandang Bubrah
Tangisan itu bukan hanya suara kesakitan, tetapi juga kehilangan.
Setelah beberapa jam yang terasa seperti seabad, Mak Karti keluar dengan wajah lesu. “Arif, aku sudah melakukan yang terbaik…” ucapnya lirih.
Arif terdiam, seperti membatu. “Bagaimana dengan anak kami?” tanyanya, suaranya bergetar.
Mak Karti menggeleng pelan. “Maafkan aku, Nak. Bayinya tidak bisa diselamatkan. Lila selamat, tapi dia sangat terpukul.”