Terjerat Obsesi Kakak Ipar
ucap Leonardo, suaranya mengandung nada rencana yang tenang, “kita akan kembali ke dasar. Kita akan berkumpul dengan semua Dreamers, pengrajin, dan seniman. Kita akan berterima kasih pada mereka karena telah bertahan melalui… drama ini. Dan kemudian, kita akan bekerja. Kita akan mengukir, melukis, membentuk. Kita akan melakukan apa yang seharusnya kita lakukan dari awal: menciptakan keindahan, bersama-sama.”
Isabella tersenyum, sebuah perasaan hangat menyebar di dadanya. Itulah Leonardo-nya. Tidak pernah terombang-ambing terlalu lama. Selalu kembali pada inti, pada ‘mengapa’ mereka memulai semua ini.
“Aku ingin melukis lagi besok,” ucap Isabella. “Bukan untuk desain produk, bukan untuk mural
Hot Chapters